About

Search

Pengikut

Blogger templates

Blogger news

Recent Comments

http://www.marketglory.com/strategygame/bonekmania

Postingan Populer

Senin, 16 Desember 2013

Tak penuhi syarat, pertandingan Farhat Abbas vs El batal!

Merdeka.com - Wacana pertandingan tinju antara Farhat Abbas vs El Jalaludin Rumi sepertinya tidak akan pernah terlaksana. Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengprov Pertina DKI Jakarta, Sunardi Sinaga saat dihubungi, Jumat (29/11).


Dalam kesempatan itu, Surnadi Sinaga menjelaskan, kalau pihaknya sudah menjawab surat yang diajukan oleh El untuk menggelar pertandingan. Isi surat tersebut menegaskan kalau organisasi pimpinannya tidak merekomendasi pertandingan digelar.


"Suratnya udah saya balas. Kita gak beri rekomendasi bertanding, karena faktor usia mereka beda, berat badan beda, dan mereka bukan atlet juga. Di tinju kan ada regulasi ketentuan-ketentuan untuk tinju amatir," jelas Sunardi Sinaga.


El saat mendaftarkan pertandingan tinju ke PERTINA.



Lebih lanjut Sunardi Sinaga, menjelaskan aturan-aturan yang disebutkannya itu sudah diatur secara internasional. Dan aturan-aturan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh kedua belah pihak yang sedang berseteru.


"Dari internasional sampai semua negara itu diatur. Kami tidak berikan izin. Kalo berlatih tinju gak papa, kalo tanding tinju gak, salah aturan itu," pungkasnya.

Minggu, 15 Desember 2013

Menguak Kisah Pernikahan Siri Farhat Abbas

 


wanita bernama Rita Tresnawati mengaku pernah menikah siri dengan Farhat Abbas. Rita yang selama ini berusaha diam, akhirnya berani tampil dan membeberkan pernikahan sirinya dengan Farhat.
Diceritakan Rita, ia dan Farhat bertemu pada tahun 1997. "Waktu itu dia belum jadi pengacara. Saya menganggap dia itu sebagai seorang adik," kata Rita saat menjadi bintang tamu di acara "Seputar Obrolan Selebriti (SOS)" ANTV, Selasa, 10 Desember 2013.
Ia mengaku tak memiliki perasaan istimewa terhadap Farhat. Terlebih lagi, perbedaan usia mereka sangatlah jauh. 12 tahun kata Rita. 
"Saya lebih tua dari dia ya. Dia selalu curhat dengan saya," ujarnya.
Tetapi, kedekatan itu diartikan lain oleh Farhat. Pria tersebut begitu antusias mengejar hati Rita. 
"Dia sangat gigih mengejar saya. Dan akhirnya saya dan dia menikah tahun 2001," ungkapnya.
Pihak Farhat, yang diwakili juru bicaranya Regina tidak membantah soal pernikahan siri tersebut. Farhat juga mengakui dia memiliki anak.
"Mas Farhat tidak membantahnya. Tapi itu kan masa lalu ya," ujar Regina. (eh)

Kamis, 12 Desember 2013

Siarkan Konflik Al, El vs Farhat Abbas, Trans TV

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menyesalkan, sampai Sabtu (30/11) masih ada stasiun televisi yang menyiarkan perseteruan antara anak Ahmad Dhani?dan Farhat Abbas.

Padahal, sebagaimana diketahui, pada Jumat (29/11), KPI telah melayangkan surat kepada stasiun-stasiun TV untuk segera menghentikan siaran konflik tersebut.

"KPI menilai, stasiun TV yang tidak mengindahkan penghentian tersebut telah mencederai kepentingan publik karena membiarkan ranah publik diisi dengan konflik yang tidak bermanfaat. Jika masih tetap menyiarkan, KPI akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menjadikan pelanggaran ini sebagai catatan penting dalam penilaian dan peninjauan perpanjangan Izin Penyelenggaraan Penyiaran," kata Komisioner KPI bidang isi siaran Agatha Lily dalam siaran pers yang diterima merdeka.com.

KPI mencatat stasiun Trans TV sejak pagi tadi melalui program Insert Pagi, Mozaik Islam?dan Insert Siang?masih menyiarkan pertarungan antara anak Ahmad Dhani?dengan Farhat Abbas?secara provokatif dan memuat statement yang negatif.

"Terkait hal itu, KPI akan memberikan sanksi dan memanggil Trans TV?pada hari Senin, 2 Desember 2013 pukul 13.00 WIB di kantor KPI Pusat, jalan Gajah Mada No 8 lantai 6," ujarnya.

Agatha menyatakan, kepada stasiun-stasiun TV yang telah menghentikan siaran konflik anak Ahmad Dhani?dan Farhat Abbas, KPI memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya karena telah bersama-sama menjaga ruang publik ini dari siaran-siaran yang negatif.

Rabu, 11 Desember 2013

Seminggu kemarin, Farhat Abbas kalah populer dari artis Korea

Tiap pekan, Google secara rutin mengabarkan apa saja tren pencarian yang masuk dalam situs mesin pencarian mereka. Tak ketinggalan pekan ini, mereka kembali melansir satu lagi daftar pencarian terpanas dalam seminggu.


Tren yang tampak dalam laman pencarian terbesar dunia pada minggu ini pun cukup beragam. Hal ini nampak dari tidak tersebarnya pola yang ada dalam 10 kata kunci yang paling banyak di-googling pengguna internet Indonesia.


Ada pencarian yang menyangkut artis nasional hingga internasional. Ada juga pencarian terkait dengan kabar terkini seputar sepakbola eropa hingga kasus dugaan malapraktik yang dilakukan dokter Indonesia.


Lantas, apa saja 10 pencarian terpanas dalam sepekan khusus untuk dunia hiburan nasional? Simak ulasannya berikut ini.

Tinju El lawan Farhat Abbas ramai di media sosial

Ahmad Dhani (kiri) beserta kedua putranya Ahmad Al Ghazali atau Al (Kanan) dan El Jalaludin Rumi (El) (tengah) (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Jakarta (ANTARA News) - Sehari menjelang pertandingan tinju antara pengacara Farhat Abas lawan El Jalaludin Rumi anak musisi Ahmad Dhani, publik media sosial makin ramai membicarakan laga tersebut.

Menurut pantauan salah satu media monitoring, Awesometrics,  jumlah percakapan soal isu tersebut meningkat tajam.

Dalam satu jam, lonjakan percakapan naik dari 528 mention ke angka 1.357 mention.

Menurut Awesometrics, sejak El  menantang Farhat Abas naik ring, Farhat melancarkan serangan melalui media sosial dan semakin gencar dilakukan kepada El dan adiknya, Al,  juga terhadap  Ahmad Dhani.

Serangan tersebut menurut Awesometrics dilihat dari kicauan Farhat yang kerap menjadi topik hangat dan paling banyak menjaring opini publik.

Kicauan Farhat Abas yang mengandung sindiran pun banyak di-retweet oleh publik media sosial.

Dari pemantauan Awesometrics,  pihak Al maupun El tak banyak mengomentari pengacara kondang tersebut di media sosial.

Farhat Abbas tutup telepon setiap dihubungi anaknya, Gusti

Farhat Abbas dari pernikahannya dengan Rita Tresnawati mengungkapkan, kalau sudah 12 tahun dirinya tidak pernah berbincang dengan ayahnya.


Pernah suatu saat Gusti ingin mencoba berbincang dengan Farhat melalui telepon. Sayangnya Farhat menutup teleponnya, begitu tahu kalau yang menelepon dirinya.


"Nelepon waktu itu pake HP tante. Halo? Ini siapa? Ini Gusti, terus langsung dimatiin. Ditelpon lagi nadanya sedang sibuk," cerita Gusti di rumah Ahmad Dhani, di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (1/12).



Meski diperlakukan demikian, Gusti tidak sekalipun membenci suami Nia Daniati itu. Dia tetap menganggap Farhat sebagai ayahnya. "Biasa saja sih, nggak benci dia (Farhat) juga," tutup remaja berusia 12 tahun itu.

Farhat Abbas Siapkan Tempat Duel dengan Anak Ahmad Dhani

Farhat Abbas (Foto: Egie/Okezone)

JAKARTA - Meski dari awal tidak mau menanggapi tantangan duel dari kedua anak Ahmad Dhani, Al dan El, Farhat Abbas menganggap duel tersebut bisa terlaksana jika semua prasyarat terpenuhi.

"Bisa jadi terjadi (duel) kalau diizinkan kepolisian, promotor oke, mereka oke. Tapi alangkah lebih baiknya Dhani sendiri yang tinju," ujar Farhat saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2013).

Bukan itu saja, Farhat juga telah menyiapkan tempat untuk duel nanti. Dalam hal ini, suami Nia Daniaty juga tidak main-main.

"Tempat sudah, mungkin di Jakarta Barat, Jakarta Utara, atau Kepulauan Seribu," terangnya.

(rik) mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry

Aksi-aksi Kontroversi Farhat Abbas, Realita Atau Hanya Gimmick

Farhat Abbas Farhat Abbas / Kompasiana

Kata apa yang ada di kepala anda saat mendengar nama Farhat Abbas? eh.. maksudnya sumpah serapah apa yang ada di kepala anda ketika mendengar nama Farhat Abbas? hehe… banyak orang belakangan ini begitu geram dengan polah tingkah Farhat, tak sedikit aksi kontroversial yang dia lakukan dalam kurun waktu 1-3 tahun ini, mulai dari ikut campur dalam kasus video Ariel, cemoohan dia untuk CJR, perseteruanya dengan Rija Abbas (Rumor), nyalon jadi ketua KPK, niatannya untuk nyapres, kicauan rasisnya kepada Ahok, mengolok-olok aksi Deddy Corbuzier, dan terakhir soal rencana adu tinju dengan Al Ahmad Dhani.

Melihat rekam jejak aksi kontroversial pengacara berusia 37 tahun yang saya tuliskan di atas, tentu banyak yang berpendapat Farhat Abbas ini gobloknya ngga ketulungan, bahkan  ada yang bilang otaknya ditaruh di dengkul. Khusus untuk kasus terkahir di mana Farhat menanggapi dengan begitu lebay-nya tantangan Al untuk adu tinju, banyak yang geram karena prihatin pada Farhat yang tak punya malu ‘bertengkar’ dengan Al, seorang anak berusia 16 tahun. Apakah yang sesungguhnya dicari Farhat dari aksinya meladeni tantangan AL kali ini? adakah tujuan tersembunyi di balik itu semua?

Saya sendiri melihat sosok Farhat Abbas bukanlah orang yang bodoh seperti yang kebanyakan orang sangkakan, ini pengacara cerdas sob! dia tahu bagaimana memainkan opini yang berkembang di masyarakat, dia sangat tahu betapa sebuah gimmick itu efeknya sangat dahsyat. Bukanlah hal yang mengejutkan buat saya, bila nanti mendapati fakta bahwa aksi-aksi kontroversial Farhat selama ini dilakukan dengan sadar, tersusun dan terencana dengan rapi serta mempunyai tujuan yang pasti. Hal tersebut setidaknya bisa mematahkan dugaan bahwa Farhat ini bego sekali, hahaha.. kalau bego ya masa tante Nia Daniati mau sama ini orang.

Teringat sebuah kalimat sakti dari komentator tinju favorit saya, bung Mahfudin Nigara, beliau berkata, “dalam dunia tinju pro, kalau ingin sukses jangan di tengah-tengah, citrakan diri jadi baik sekali atau sekalian buruk sekali,” dia memberikan contoh sang legenda hidup Muhammad Ali di mana dalam karir tinjunya yang cemerlang dulu dia memainkan gimmick ’bad boy‘ seorang petinju yang arogan, sombong dan bermulut besar, hingga tak jarang banyak orang berharap Ali kalah disetiap pertarunganya. Dengan gimmick itu lah setiap pertarungan Ali mempunyai magnet yang luar biasa, dan ujung-ujungnya akan menguntungkan Ali secara finansial juga.

Saya merasakan hal yang sama telah dan sedang dilakukan oleh Farhat Abbas beberapa tahun ini, yaitu dengan cantik memainkan gimmick ‘bad boy-nya’. Anda pasti tak akan sepenuhnya membantah bila saya katakan tingkat kepopuleran Farhat Abbas naik dari tahun ke tahun, bahkan kasus atau berita apapun yang lagi heboh di tanah air, rasanya bagai sayur tanpa garam bila tak ada komentar dari bung Farhat. Sependek yang saya tahu, ketika nama atau popularitas sudah di tangan secara tidak langsung itu bisa memudahkan dalam segala urusan, mulai dari bisnis, karier dan lain-lain.

Sebagaimana di dunia gulat profesional semacam WWE Smackdown atau RAW, dalam storyline-nya ada yang berperan sebagai face (protagonis) dan heel (antagonis) dan kesemuanya itu baik face ataupun heel sama-sama mempunyai nilai jual. Ada benarnya juga ketika orang bilang dunia ini panggung sandiwara, kadang untuk sebuah tujuan atau cita-cita seseorang harus bersandiwara memainkan sebuah peran yang bisa jadi berseberangan dengan sifat aslinya, semakin pandai memainkan perannya biasanya akan semakin sukses juga tujuanya tercapai.

Memerankan karakter jahat bukanlah perkara yang mudah, banyak konsekuensi yang akan terjadi, seperti pengaruhnya pada keluarga semisal anak dan istri, konsekuensi berikutnya adalah rawan kena bullying masal, apalagi di era sosial media seperti sekarang ini, saya acungin jempol buat Farhat yang sepertinya sama sekali tak goyah dengan bullying masal yang dia terima, kita dapat melihatnya kok dengan mengecek mention-mention ke akun twitternya, sumpah serapah, cemoohan dan lain-lain dianggap biasa oleh dia, malah pada diretwettin ma dia, iya! diretweetin! merasa ada yang janggal?! hehe..

Jadi kamu yakin yos, bahwa Farhat selama ini cuma bermain dengan gimmick! ya ngga 100% yakin sob, saya yakini hanya dari apa yang saya lihat dari background pendidikan serta keluarganya, ngga lazim aja bisa melakukan aksi-aksi kontroversial seperti yang selama ini dia lakukan, kata kucinya di sini NGGA LAZIM!, ngga lazim sob dia bisa sekonyol itu, jadi analisa saya yang paling mendekati kebenaran menurut saya adalah bahwa ini semua hanyalah sandiwara, gimmick, storyline atau apapun namanya. Semacam memainkan sebuah citra di atas realita, toh citra tak selamanya harus positif, sekali lagi ini hanya analisa dan dugaan saya,  bisa saja saya salah bisa juga saya benar, hehe.

Ahmad Dhani Konferensi Pers Bersama Anak Farhat Abbas

 


Musisi Ahmad Dhani tiba-tiba menggelar konferensi pers bersama anak Farhat Abbas, di kediamannya, Pondok Indah, Minggu, 1 Desember 2013.  "Saya suka sedih kalau melihat anak yang tidak diakui bapaknya," ujar Dhani. Banyak media hadir dalam konferensi pers ini. 

Entah apa maksud Dhani menghadirkan anak ini, beserta ibu sang anak dalam konferensi pers tersebut. Bos Republik Cinta Management itu bahkan membeberkan bahwa anak itu telah ditelantarkan Farhat sejak lama.

Menurut Dhani, jika Farhat tak mau mengakui bocah itu sebagai anaknya maka ia yang akan membiayai pendidikannya sampai kuliah.

Farhat akui  itu anaknya

Usai pernyataan Dhani tersebut, Farhat langsung angkat bicara. Lewat juru bicaranya, ia tak menampik bahwa yang hadir dalam konferensi pers Ahmad Dhani itu merupakan anak dari istri sirinya.

"Pernikahan siri itu kan ada konsekuensinya," kata Regina Adriane Saputri, juru bicara Farhat, ketika ditemui di kawasan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Minggu, 1 Desember 2013.

Menurut Regina, anak dan ibunya itu adalah rahasia umum yang tak perlu diungkit lagi. Ia pun menilai bahwa ini merupakan cara yang digunakan Dhani saat merasa terpojok.

"Dhani akan memakai banyak cara menjelekkan Farhat," kata Regina yang didampingi Farhat saat menggelar konferensi pers.

Menurut Regini, kemunculan Dhani dan sang anak di depan publik hanya bentuk pengalihan isu. Ia pun meminta agar Dhani tidak mejadi pahlawan kesiangan.

Selasa, 10 Desember 2013

Pertina tolak beri izin sparing tinju EL vs Farhat Abbas

El Jalaludin Rumi (EL) rencananya akan menggelar pertandingan tinju percobaan bersama Farhat Abbas di Sasana Tinju Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Namun, Ketua Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) DKI Jakarta, Sunardi Sinaga mengatakan tidak akan memberikan izin kepada mereka.


Alasan Sinaga menolak pertandingan tinju itu karena tidak dibenarkan dalam aturan. Apalagi keduanya juga bukan atlet, dan ada perbedaan usia serta berat badan antara keduanya.


"Prinsipnya sebagai Ketua Pertina DKI Jakarta, saya sudah menyampaikan kalau turnamen tinju atau sparing partner itu ada aturannya. Kami tidak memberikan rekomendasi mereka bertanding dan adu jotos di atas ring," kata Sunardi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (29/11).


Sinaga menjelaskan, jika ingin bertanding, maka berat badan dan usia harus seimbang. Kedua belah pihak yang bertanding itu juga harus memiliki keahlian bertinju. Sedangkan usia Al baru menginjak 14 tahun termasuk kategori petinju amatir junior. Sedangkan usia Farhat lebih dari 35 tahun, termasuk kategori profesional.


Sunardi menjelaskan, perbedaan usia yang jauh itu menjadi salah satu sebab utama bagi Pertina DKI tidak memberikan izin kepada EL dan Farhat untuk bertinju.


"Kalau kayak begini sama saja ngajarin anak kecil melawan orang tua. Makanya saya sangat tidak setuju untuk sparing. Saya sarankan berdamai, bukan seperti ini menyelesaikan permasalahan," ujarnya.


"Saya selaku Ketua Pertina DKI, tolong kalau ada masalah cari solusinya bukan justru menambah masalah," kata Sinaga menegaskan.


Sebelumnya, anak kedua Ahmad Dhani, yakni El Jalaluddin Rumi atau El resmi menantang Farhat Abbas untuk bertinju. Dia mendaftarkan pertandingannya ke kantor Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), Senayan, Jakarta, Kamis (28/1).


El datang ke kantor Pertina dengan didampingi kuasa hukumnya, Ramdan Alamsyah. "Kami secara resmi mengajukan ke Pertina supaya sparing partner ini tak liar, tapi masuk ke dalam tinju amatir. Tadi sudah didapatkan info bapak Farhat itu mantan pengurus Pertina Pusat, makanya enggak ada alasan menolak ajakan El untuk sparing partner," ujarnya.


Ramdan menyebut pertandingan ini adalah sparing partner. Pasalnya, antara El dan Farhat memiliki perbedaan dari segi berat badan dan usia.


"Makannya di sini disebut sparing partner karena beda umur, usia, dan berat badan. Simplenya pertandingan atau tantangan resmi ini diterima atau tidak sama Farhat," tambah Ramdan.


Sementara itu ditemui di tempat yang sama, El mengaku siap untuk menjalani pertandingan yang diharapkan bisa digelar pada Sabtu (30/11) di sasana tinju Cilandak, Jakarta Selatan. "Saya sih siap aja," pungkas El ringan dan santai.